Detik-Detik Rangkaian Berakhirnya Ibadah Haji

Oleh : Wahyudin, M.Pd.I
Pengawas PAI Kemenag Kab. Bekasi

Saya teringat saat tahun 2011 dan 2012. Ibadah haji selalu menggoreskan ingatan yang mengkristal dalam hati. Mengapa demikian? Karena bayangan kota suci Mekah yang disimbolkan Ka’bah tak pernah terlupakan.

Jutaan umat Islam bercengkrama, bertaqarrub kepada Allah SWT. Menunaikan rangkaian ibadah haji dan umroh. Dari miqat, thawaf, sya’i, hingga tahallul. Totalitas sebuah penghambaan kepada Rabbul Izzati.

Terlebih saat detik-detik melaksanakan wukuf di Arafah. Sekitar 850.000 jemaah haji se-dunia tahun 2022 berkontemplasi di padang Arafah. Dengan berpakaian ihram berwarna putih suci, doa dan munajat, ruku serta sujud, dan tilawatil qur’an hingga menyimak dengan khidmat saat prosesi Khotbah Wukuf. Masya Allah, pengalaman spiritual tak terlupakan.

Komaruddin Hidayat (2008: h. 202) mengungkapkan saat ibadah haji, nafsu egoistik ditekan ke titik nol agar seseorang mampu melakukan mikraj, mendekati Sang Pencipta sedekat-dekatnya dalam rangka membangun pribadi tangguh, sebuah pribadi yang darinya terpancar sifat-sifat ilahi. Berat rasanya dinarasikan dengan kalimat, bila menyingkap perjalanan ibadah haji, diantaranya:

Pertama, perjalanan spiritual yang menjadi puncak ibadah. Ada doa, ada kekuatan fisik, ada pula substansi dari ibadah haji itu totalitas ibadah hamba kepada Sang Khalik. Berupa uang yang tidak sedikit, dan waktu yang relatif lama. Di samping menunggu panggilan yang cukup lama, dibutuhkan kesabaran tingkat tinggi. Itulah istimewanya ibadah haji.

Kedua, bagi jemaah haji gelombang satu setelah Thawaf Ifadhoh, Sya’i dan Tahallul kubro beberapa hari kemudian langsung kembali ke tanah air. Tetapi bagi jemaah haji gelombang dua, langsung ke Madinah untuk melaksanakan Sunnah Arbain. Melaksanakan shalat fardhu 40 waktu di masjid Nabawi. Rangkaian ibadah yang selalu dirindukan. Diantaranya, berdoa di maqom ijabah Raudhoh. Masya Allah. Betapa bahagianya setiap jemaah haji, berkesempatan berdoa di dekat makam Rasulullah SAW. Berharap mendapat syafaat dari beliau.

Ketiga, ibadah haji selalu dirindukan setiap tahun. Orang yang sudah melaksanakan ibadah haji dan umroh selalu ingin kembali datang ke haromain. Itulah diantara istimewanya ibadah haji seperti untaian kalimat talbiyah selalu dikumandangkan:”Aku datang memenuhi panggilanMu. Aku datang memenuhi panggilanMu. Aku datang memenuhi panggilanMu. Tidak ada sekutu bagiMu. Aku datang memenuhi panggilanMu. Sesungguhnya segala puji nikmat dan segenap kekuasaan adalah nikmatMu. Tidak ada sekutu bagiMu.”

Narasi ungkapan tauhid sangat monumental. Pengakuan diri sangat kecil dihadapan Allah SWT. Upaya mengagungkan kebesaran Rabbul Izzati. Seraya mensterilkan jiwa dari sikap musyrik menuju tauhid yang menghantarkan manusia pada kebahagiaan sejati.

Akhirnya, ibadah haji selalu dirindukan kehadirannya. Dan kita selalu berharap, jemaah haji tahun 2022 dan tahun akan datang diberikan reward haji mabrur yang garansinya surga. Wallahu ‘Alam.

Sekadar mengalirkan kerinduan kembali menapaki kota haromain.

Kalenderwak, 12 Juli 2022/12 Zulhijjah 1443 H.