Sejarah

Sejarah Singkat Kementerian Agama Kabupaten Bekasi

Kantor Departemen Agama Kabupaten Bekasi merupakan Departemen AgamaRI yang berada di wilayah Kabupaten/Kota. Oleh karena itu, riwayat berdirinya kantor ini tidak dapat terpisahkan dari riwayat Departemen Agama secara nasional.

      Sejak  berdirinya,   Departemen    Agama     telah     terlibat    dalam    penanganan  masalah   pendidikan    Islam    dan kelembagaannya   di  Indonesia.  Di  samping  Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (sekarang Departemen  Pendidikan Nasional) yang menangani  pembinaan,  pengawasan   dan pengaturan  sekolah-sekolah umum, keterlibatan  Departemen Agama  dalam penanganan Pendidikan Agama  Islam  dirasakan berada  dalam  wewenang  “yang  terbatas”.  Hal   tersebut disebabkan oleh fakta bahwa hampir sebagian besar  lembaga pendidikan Islam, berbasis dalam lingkungan pesantren  dan organisasi-organisasi  Islam  seperti  NU, Muhammadiyah, Persis,  Al-Washliyah, Al-Irsyad dan lain-lain.

     Lembaga-lembaga pendidikan tersebut mempunyai karakter yang menonjol,  yaitu  “independensi”  yang  sangat  tinggi.  Dengan kondisi  demikian,  keterlibatan  Departemen  agama  lebih ditekankan pada bimbingan, pembinaan dan membantu  pengembangan  lembaga-lembaga pendidikan tersebut,  agar  sesuai dengan  tujuan pendidikan sebagimana tertuang  dalam  GBHN dan UU Sistim pendidikan Nasional (UU No. 2 Tahun 1989) dan terakhir dengan UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas yang menghapuskan UU sebelumnya.. 

     Kantor  Departemen  Agama   Kabupaten Bekasi  secara  nyata baru beroperasi setelah lahirnya Keputusan Menteri  Agama RI  No. 18 Tahun 1975 (yang disempurnakan)  dan  Keputusan Menteri Agama No. 6 Tahun 1979 tentang Peyempurnaan  Orga­nisasi dan Tata Kerja Departemen Agama, sebagai pelaksanaan Kepres No. 30 Tahun 1978. Sebelum lahirnya KMA-KMA  terse­but,  belum dikenal istilah Seksi-seksi, yang  ada  adalah Inspeksi Departemen Agama. Masing-masing Inspeksi bertang­gung  jawab  langsung kepada atasannya  masing-masing  di tingkat Propinsi.

      Setelah  keluarnya  Keputusan Menteri Agama  No.  18 Tahun 1975 dan Keputusan Menteri Agama No. 6 Tahun 1979 di atas, barulah  dikenal adanya Seksi-seksi  di  Departemen Agama Kabupaten/Kotamadya. Terlebih lagi setelah  Menteri Agama  RI mengeluarkan Keputusan Nomor 45 Tahun 1981  ten­tang  Organisasi dan Tata Kerja Kanwil  Departemen  Agama Propinsi  dan Departemen Agama Kabupaten/Kotamadya  serta Balai  Diklat  Teknis Departemen Agama  RI,  maka semakin kuatlah keberadaan seksi-seksi di atas.  Inspeksi  Pendidikan  Agama Islam,  kemudian dipecah kepada dua Seksi  yaitu Seksi  Perguruan  Agama Islam dan Seksi Pendidikan  Agama Islam di samping ada pula Seksi Urusan Agama Islam, Seksi Penerangan Agama Islam dan Penyelenggara Haji dan Umrah.

      Kantor Departemen Agama Kabupaten Bekasi, sejak bulan Desember tahun 1999  mengalami pemisahan dengan Departemen  Agama Kantor  Kota Bekasi. Pemisahan ini merupakan  realisasi  dari Undang-undang No. 9 Tahun 1996 tentang pembentukan Kotamadya  Bekasi. Hal ini tentunya sangat  berpengaruh terhadap  peningkatan  kinerja dan  kualitas  pelaksanaan tugasnya, termasuk Seksi Perguruan Agama Islam.  Faktor konsolidasi  organisasi, tata kerja dan keberadaan  SDM pelaksana  tugasnya  akan berpengaruh  terhadap  upaya-upaya yang telah dilaksanakan sebelumnya.

      Kantor  Departemen  Agama Kabupaten  Bekasi itu sendiri, pernah mengalami empat kali perpindahan tempat, yaitu pada  tahun 1979  bertempat di  daerah  bulan-bulan Kecamatan Bekasi  Selatan, kemudian di tahun 1983 bertempat  di  Jl. Dewi Sartika Kecamatan Bekasi Timur dan sejak tahun 1987 kemba­li  ke Kecamatan Bekasi Selatan tepatnya di Jl. Jend. Ahmad Yani No.  11  Bekasi, yaitu di lingkungan  Kantor  Pemerintahan Daerah  Bekasi (Pemda) berhadapan dengan  Gelanggang  Olah Raga  Kabupaten Bekasi (sekarang Kodya). Dengan  adanya  pemecahan Pemerintahan Kabupaten  Bekasi menjadi kabupaten dan kotamadya, maka direncanakan gedung-gedung  instansi pemerintahan Kabupaten Bekasi,  termasuk Departemen  Agama,  akan mengalami perpindahan ke  daerah Kecamatan Cikarang Pusat Kabupaten Bekasi. Lebih tepatnya di Komplek Perkantoran Pemda Bekasi blok E.3 Delta Mas, Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat.

       Realisasi perpindahan kemudian terjadi  pada bulan Februari 2007. Tercatat yang pernah menjadi Kepala Kantor ini adalah Drs.Yunus, BA, H. Dadang SH, Drs. H. M. Djaidi, Drs. H. Thoha Hasan, MM, Drs. H.B. Shodik, H. Abdul Hay, S.Ag, MM, Drs. H. Maman Sulaiman, MM, Drs. H. Nuh Mahmud, Drs. H. Jaja Jaelani, MM, dan sekarang dijabat oleh H. Shobirin, S.Ag., M.Si., yang dipromosikan dari Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bekasi. Kepala yang baru ini dilantik pada tanggal 02 Februari 2014.

      Secara geografis, Kantor Departemen Agama Kabupaten Bekasi berada pada lokasi Kabupaten Bekasi  dengan  posisi 106 88’79 Bujur Timur dan 610’-630’ Lintang Selatan. Wilayahnya (topografi) terbagi ke dalam dataran rendah yang terletak di wilayah utara dan daerah bergelombang di bagian selatan. Ketinggian lokasinya berada  antara  6-115 m dan kemiringan 0-25 %.  Dengan kondisi geografis dan topografis seperti itu,  maka suhu udara Kabupaten Bekasi antara 28 – 32 C°. Hal ini berpengaruh pada karakter dan keragaman serta pendapatan ekonomi masyarakat.

     Meskipun  secara formal pada tahun 1997  wilayah Bekasi dibagi kepada Kotamadya Bekasi dan Kabupaten Bekasi, namun. untuk pembagian Kantor Dep. Agama pada Kantor Kabupaten Bekasi dan  Kota Bekasi, baru dapat terlaksana pada akhir tahun 1999.

     Sebelum lahirnya Perda No. 26 Tahun 2000 tentang Pemekaran Kecamatan,  Kab. Bekasi terbagi ke dalam 15 daerah Kecamatan dengan 187 desa, tersebar pada wilayah Kabupaten seluas 1.273,88 Km persegi dengan  kecamatan terluas adalah Muara Gembong dengan luas 122,90 Km persegi, dan terkecil adalah kecamatan Kedung Waringin dengan luas 38,65 Km persegi. Dengan diberlakukannya Perda No. 26 Tahun 2000, maka Kabupaten Bekasi dimekarkan menjadi 23 Kecamatan, dengan jumlah desa tetap 187 desa.     

Kepala Kementerian Agama Kabupaten Bekasi dari Masa ke Masa

Tercatat yang pernah menjadi Kepala Kantor ini adalah :

  • 1) Yunus,BA,
  • 2) Dadang, SH,
  • 3) H. M. Djaidi,
  • 4) H. Thoha Hasan, MM,
  • 5) H.B. Shodik,
  • 6) Abdul Hay, S.Ag., MM,
  • 7) H. Maman Sulaiman, MM,
  • 8) H. Nuh Mahmud ,
  • 9) H. Jaja Jaelani, MM,
  • 10) Shobirin, S.Ag., M.Si.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *